Minggu, 28 Agustus 2016

Profil RW 08

RW 08 Merupakan RW yang tidak begitu berbeda dengan RW RW sebelumnya, Apabila dilihat dari produksi wilayah RW 08 dengan rata-rata mata pencaharian petani.

Rumah RW 08


Dari segi pendidikan rata-rata masyarakat RW 08 telah menempuh jenjang pendidikan hingga SMA. Pelayanan kesehatan berupa posyandu sudah aktif yang menaungi kegiatan seperti pengobatan, imunisasi, penyuluhan bagi ibu hamil, KMS dan lain-lain, namun PKKnya tidak berjalan semestinya.

Profil RW 09

KETUA RW 09
RW 09 Merupakan RW yang memiliki pabrik tenun dan konveksi, kebanyakan warga di RW ini bekerja di pabrik tenun dan konveksi, Apabila dilihat dari produksi wilayah RW 09 dengan rata-rata mata pencaharian petani.

Dari segi pendidikan rata-rata masyarakat RW 09 telah menempuh jenjang pendidikan hingga SMA tetapi beberapa warganya pun ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Pelayanan kesehatan berupa posyandu sudah aktif yang menaungi kegiatan seperti pengobatan, imunisasi, penyuluhan bagi ibu hamil, KMS dan lain-lain, namun PKKnya tidak berjalan semestinya.

Profil RW 10

KETUA RW 10 (Ibu Danti)
RW 10 merupakan tempat kediaman kami selama program KKNM ini berlangsung.. RW 10 sudah cukup baik dari segi pendidikan dan kesehatan, selain itu di RW ini pun sudah memiliki tempat pembakaran sampah sendiri yang dapat digunakan oleh semua warga RW 10. 

Namun permasalahan utama di RW 10 yakni pembuangan kotoran hewan, dan pencemaran lingkungan, masyarakat tidak memperdulikan akan kesehatan lingkungan sekitarnya. Sebagian besar masyarakat menjadi petani dan peternak. Terdapat juga industri sentra wajit di RW 10.

Tingkat pendidikan warga sampai jenjang sekolah menengah atas (SMA), kebanyakan dari warga yang telah lulus SMA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi melainkan bekerja di pabrik pabrik sekitar wilayah mereka.
Kondisi Posyandu dan PKK di RW ini tidak berjalan semestinya.

Perlu diketahui bahwa RW 10 memiliki semi koperasi dan semi perbankan (usaha putra mandiri) wajib 1000 rupiah per anggota/ minggu. Namun sekarang uang tersebut dikumpulkan secara sukarela sebagai modal usaha. Penggeraknya ada ketua RW, ketua RT, tokoh masyarakat, kader. Sistem pengambilan keputusan yaitu berdasarkan musyawarah mufakat yang ditunjuk berdasarkan amal ibadah. Catatan dan pembukuannya sudah sangat lengkap. Penerapan perbankan dan koperasi sangat baik. 

Setiap RT memiliki catatan tabungan khusus masing-masing anggota di wilayahnya, di dalamnya berisi nama anggota, jumlah setoran. Sistematika peminjaman dengan menggunakan sistem bagi hasil. Motto dari UPM ini adalah The Power of Thousands (Target 1000 orang 1000 usaha). Kelompok ini merangkul semua golongan masyarakat dengan sistem pendekatan kekeluargaan yang menguntungkan namun tidak memberatkan sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Profil RW 11

KETUA RW 11 (Bapak Kusnadi)
RW 11 merupakan RW yang paling diperhatikan oleh kami, Karena di RW tersebut dalam segi pendidikan dan kesejahteraan warga kurang. Pekerjaan warga disana rata-rata petani. Kondisi saat ini di RW 11 sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya.

Fasilitas yang tersedia di RW tersebut hanya Posyandu, disana tidak adanya sekolah Pendidikan anak usia dini(PAUD). Tetapi warga di RW tersebut dapat dengan mudah bersosialisasi dengan pendatang. Potensi pada RW 11 adalah batu bata dan kesed.

Tingkat pendidikan warga sampai jenjang sekolah menengah pertama (SMP), kebanyakan dari warga yang telah lulus SMP tidak melanjutkan ke SMA melainkan bekerja di pabrik dan memilih untuk menikah muda.
Kondisi Posyandu di RW ini berjalan dengan baik selalu adanya penimbangan dan pemberian vitamin kepada balita secara rutin. Namun PKK di RW 11 tidak berjalan semestinya.

Profil RW 12


RW 12 adalah RW terakhir terakhir di desa Cibeet. Di RW ini terdapat beberapa fasilitas seperti PAUD, Madrasah dan perusahaan kusen. Keadaan di RW ini tidak begitu berbeda dengan keadaan di RW RW lainnya. Warga di RW ini pun rata-rata lulussan SMA, dan lulusan di RW ini banyak yang bekerja di pabrik pabrik.

Pelayanan kesehatan berupa posyandu sudah aktif yang menaungi kegiatan seperti pengobatan, imunisasi, penyuluhan bagi ibu hamil, KMS dan lain-lain, namun PKKnya tidak berjalan semestinya.

Membantu kegiatan Posyandu

Salah satu kegiatan kami pada hari ini yaitu membantu ibu-ibu kader di posyandu (pos pelayanan terpadu). Hal ini rutin dilakukan setiap bulan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan kegiatan ini dikelola oleh kader di masing-masing RW yang dibantu oleh kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). kegiatan di posyandu untuk bulan ini yaitu imunisasi pada bayi dan balita. Tujuannya untuk memeliharan kesehatan pada bayi dan balita, dan menekan angka kematian bayi dan balita. sasaran Kegiatan ini adalah seluruh bayi dan balita di Desa Cibeet.

Dalam kegiatan Posyandu ini kami pun turut berkesempatan ikut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu di Desa Cibeet, khususnya di RW 10, dan RW 09. Kegiatan yang kami lakukan ialah menimbang berat badan anak dan ibu hamil, memberikan vitamin kepada ibu hamil, mengawasi perkembangan dan kesehatan ibu dan bayi sejak kehamilan hingga bayi berumur 3 tahun.

Sarana dan prasarana Posyandu di Desa Cibeet masih kurang baik. Dari 12 Posyandu yang ada di Desa Cibeet rata-rata ada sebagian RW masih kurangnya partisipasi warga terhadap kegiatan Posyandu ini dalam artian setiap bulan tidak berjalan dengan baik kegiatan Posyandunya disebabkan kader kader PKK juga tidak berjalan dengan baik.
Suasana imunisasi di Posyandu RW 10

Penimbangan berat badan di Posyandu RW 10

Pengukuran ketinggian oleh salah satu anggota kknm

Penimbangan berat badan di Posyandu RW 09

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kunjungan Ke Toko Kue Pengkolan

Untuk mengisi wakktu kami, pada hari selasa tanggal 23 agustus kami melakukan kunjungan ke toko kue yang berada di RW 9 untuk melihat cara pembuatan dan kondisi usaha yang sudah memiliki banyak pelanggan ini.

Mahasiswa melakukan kunjungan
disini kami di ajarkan cara membuat adonan kue dan cara mencampur adonan kue yang terdiri dari bahan bahan yang nantinya akan menjadi donat dan kue yang akan di jual di toko milik si ibu tersebut.

Intan salah satu mahasiswa membuat adonan

Triara salah satu mahasiswa membuat adonan

adonan adonan kue yang telah kami bentuk bulat kemudian di simpan di atas alas plastik yang sebelumnya di lumuri minyak yang kemudian akan kami panggang dan biarkan supaya mengembang menjadi donat.
untuk informasi, donat kacang coklat disini adalah yang terbaik rasanya, rasa dari donat tersebut tidak kalah dengan donat yang ada di toko kue besar terkenal lainnya.
Adonan donat yang sudah di alasi di atas plastik berminyak

Ibu dari pemilik toko kue membantu membuat adonan

Pemilik kue membuat adonan